Meneladani Rasulullah SAW dalam Menjalani Ibadah Ramadhan Bersama: Ustadz Ahmad Rofiqi

21 Juni 2018

Mengisi Ramadhan 1439 H, Pupuk Kaltim melalui Badan Pembinaan Umat Islam (BPUI) bekerjasama dengan Ikatan Pemuda Baiturrahman (Idaman), menggelar kajian rutin mingguan serta talk show keislaman setiap Ba'da Zuhur pada Sabtu dan Minggu, di Masjid Raya Baiturrahman. Mengawali agenda tersebut, pekan pertama Ramadhan 1439 H, diisi kajian bersama Ustadz Ahmad Rofiqi dari Bandung Jawa Barat pada Minggu, 20 Mei 2018.

 

Di hadapan puluhan jemaah yang hadir, Ustadz Ahmad Rofiqi memaparkan keteladanan Rasulullah SAW dalam menjalani ibadah selama Ramadan. Berkaitan dengan menghadapi ujian dan cobaan melawan hawa nafsu, serta mampu mengendalikan diri dengan baik melalui puasa. Hal itu selaras dengan hadirnya Ramadhan sebagai media pembelajaran bagi umat Islam, untuk terus memperkuat keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

 

Berbagai godaan yang datang selama Ramadhan, kata dia, hendaknya bisa dikendalikan dan dijadikan sebagai suatu tantangan terhadap diri untuk menjadi insan yang lebih baik dengan kepribadian yang sesuai ajaran agama. Aktivitas umat dalam berpuasa serta menunaikan ibadah Ramadhan, juga diharap mampu dilaksanakan secara rutin. Berkaca kepada Rasulullah yang menghadapi Ramadhan sebagai bulan yang penuh keseriusan, perjuangan dan pengorbanan.

 

Hal ini cenderung berbeda dengan realita sebagian umat muslim saat ini yang memandang Ramadhan sebagai waktu bersantai, malas-malasan atau bahkan bulan menganggur dan istirahat. Apalagi dengan kondisi masyarakat Indonesia dan Bontang pada khususnya, yang hidup dalam keadaan aman dan damai. Hendaknya menjadi semangat untuk menjalankan puasa secara ikhlas dan sungguh-sungguh. “Hal ini jauh berbeda dengan saudara kita di Palestina, menjalani Ramadhan di tengah gempuran Israel yang mengobarkan perang untuk merebut tanah milik umat Islam,” ujar Ustadz Ahmad Rofiqi.

 

Dijelaskannya, keadaan yang tengah dihadapi kaum muslim Palestina saat ini, diibaratkan hampir sama dengan Ramadhan di masa Rasulullah, yang rentan terhadap perang dan pengorbanan. Karena tak hanya menahan hawa nafsu dan pengendalian diri, namun juga melawan penindasan Israel yang tak pernah berhenti sejak puluhan tahun silam. Salah satunya upaya mempertahankan Masjid Al-Aqsha sebagai kompleks Al-Haram Asy-Syarif, yang memiliki Dome of The Rock atau Masjid Kubah Kuning (Kubah Batu) yang dibangun pada masa Umayyah, antara tahun 691 dan 715 Masehi.

 

Sebagai umat muslim yang melandaskan sikap serta perbuatan kepada Rasulullah SAW, diharap turut berempati dengan kondisi yang tengah dihadapi masyarakat Palestina, khususnya pada Ramadhan. Sebab ditengah kondisi perang, kaum muslim Palestina tetap dengan keimanan menjalankan ibadah puasa, layaknya umat Islam di belahan dunia lainnya. Selain itu, dorongan untuk perdamaian Palestina juga diharap dari setiap muslim dunia, serta memandang masyarakatnya sebagai saudara seiman dengan perjuangan yang gigih mempertahankan akidah dan keyakinan. “Dorongan inilah yang seharusnya kita realisasikan melalui berbagai tindakan, sebagai wujud kepedulian dan dukungan terhadap saudara-saudara kita di Palestina. Juga dari Pemerintah untuk mengupayakan perdamaian serta kedaulatan mereka,” papar Ustadz Ahmad Rofiqi.

 

Dari kilas perjuangan tersebut, diharap menjadi semangat bagi masyarakat untuk menjalankan ibadah dengan baik dan sungguh-sungguh selama Ramadhan. Apalagi dengan tantangan yang jauh lebih ringan jika dibanding kondisi yang dihadapi umat muslim di Palestina. (*/vo/nav)


Download:

    Direktorat Teknik dan Pengembangan Jalin Keakraban dengan Buka Puasa Bersama

    NEXT PAGE

    SNI AWARD
    PLATINUM

    PROPER
    EMAS

    INDUSTRI
    HIJAU LV.5