Deretan Platinum Tujuh Tim Inovasi Pupuk Kaltim

31 Desember 2018

Menyusul keberhasilan PKM DPCS dengan predikat Diamond, tujuh dari sebelas tim yang ikut serta TKMPN XXII dan IQPC 2018 pada 27-30 November 2018 di Batam, Kepulauan Riau, turut menyumbang Platinum bagi Pupuk Kaltim. Di antaranya PKM Chi-To, SSG Sains A, PKM Benzene, PKM Benzene-2, GKM Tim Inti, PKM Visimaster dan PKM Warrior. Masing-masing tim mengusung inovasi pada berbagai bidang, baik dalam menunjang produktivitas dan efisiensi Perusahaan, maupun gagasan bagi masyarakat binaan melalui penerapan teknologi.

 

Salah satunya PKM Chi-To, yang berhasil membuat pupuk organic cair dari limbah cangkang kepiting sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Hal ini didasari keprihatinan akan limbah cangkang kepiting yang terbuang hingga mencemari perairan, pasca pemisahan daging untuk kebutuhan pasar pada program pemberdayaan masyarakat pesisir Malahing, Kecamatan Bontang Selatan. Dari inovasi tersebut, limbah cangkang kepiting yang mencapai 1,5 ton per hari kini tak ada lagi yang terbuang dan mampu memberi nilai tambah bagi masyarakat binaan melalui pembuatan kompos cair.

 

Masih dari pesisir Malahing, PKM Warrior juga menggagas inovasi sand filter untuk menyaring air hujan hingga bisa dimanfaatkan masyarakat pesisir Kota Bontang tersebut untuk kebutuhan harian, mulai dari mencuci, memasak dan air minum. Penyaringan air hujan menggunakan teknologi sand filter juga telah diterapkan secara konsisten dan terbukti membantu warga pesisir Malahing dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. Inovasi ini pula yang mengantarkan Pupuk Kaltim meraih Proper Nasional peringkat Emas kategori Beyond Compliance. “Warga Malahing yang awalnya harus ke darat untuk mendapat air bersih, kini bisa terbantu dengan penerapan teknologi ini. Selain hemat waktu dan tenaga, juga meminimalisir biaya yang harus dikeluarkan untuk air bersih,” ujar Wildan Habibi, perwakilan PKM Warrior pada presentasinya.

 

Inovasi berbeda juga ditunjukkan SSG Sain5 A pada operasional pabrik, dengan mempercepat waktu pelaksanaan kalibrasi control valve. Dari awal memakan waktu kalibrasi 80 menit, Sain5 A mampu memangkas durasi menjadi 60 menit, dengan membuat multipurpose power source. Inovasi ini pun mendapat perhatian tim juri, yang menilai efisiensi melalui multi purpose sebagai langkah efektif dalam menunjang aktivitas produksi Perusahaan, juga GKM Tim Inti, dengan membuat Control Timer Multipurpose untuk meningkatkan kinerja pompa pneumatic di Pabrik NPK.

 

Sementara inovasi terkait aktivitas produksi berwawasan lingkungan, PKM Benzene lakukan pemanfaatan limbah Fly Ash/Bottom Ash (FABA) sebagai filler Pupuk NPK Fusion untuk mengurangi limbah B3, menggunakan Pilot Plant sebagai sarana Pilot Trial. Dari hasil penelitian Benzene, Pupuk Kaltim awalnya kesulitan dalam pengelolaan limbah FABA, yang mencapai 400 ton per hari. Hal itu pun memakan biaya yang tak sedikit untuk system handling melalui pihak ketiga, dengan biaya Rp700 ribu per ton. Kurang optimalnya pemanfaatan limbah FABA dikarenakan belum ada benchmark pemanfaatan serta uji coba pemanfaatan limbah FABA dengan metode pemanfaatan lainnya, termasuk belum adanya kajian lingkungan pemanfaatan FABA karena memiliki karakteristik dan ukuran sangat halus (fines). “Dari inovasi ini, FABA dimanfaatkan untuk filler NPK Fusion berdasarkan persentase target penggunaan sesuai referensi hasil penelitian,” kata Ketua Tim Benzene Nadia Zahrotul Firdausi.

 

Sejalan dengan upaya tersebut, Benzene-2 pun menggagas inovasi simulator Pilot Plant NPK Fusion, hingga meningkatkan efektivitas terapan teknologi dalam menunjang kinerja produksi dan kualitas hasil Pupuk Kaltim beberapa waktu terakhir. Peningkatan kinerja juga disadari tak lepas dari SDM yang andal dalam proses produksi maupun manajerial Perusahaan. Hal ini pula menjadi tolok ukur gagasan PKM Visimaster dengan inovasi berupa aplikasi dashboard berbasis ERP, untuk mengintergrasikan proses bisnis SDM Pupuk Kaltim dengan nama SINERGI (Sistem Informasi Kepegawaian Terintegrasi).

 

Diungkapkan tim Visimaster Deny Indra Pratama, SINERGI merupakan aplikasi terintegrasi yang memudahkan Manajemen dan karyawan mengelola data SDM, di antaranya struktur organisasi, pengisian formasi jabatan, demografi karyawan, monitoring karir karyawan, hingga penyusunan job description, kompetensi serta silabus pelatihan. Melalui All in One HR Apllication, seluruh karyawan Pupuk Kaltim dipetakan sesuai kompetensi dan kapasitas yang dimiliki, sekaligus menjadi rujukan manajemen untuk peningkatan karir serta proyeksi jumlah karyawan 5 tahun ke depan. “Aplikasi untuk pemetaan karyawan ini juga pertama di dunia dan sudah terdaftar hak cipta,” tutur Deny.

 

Selain 7 Platinum, 3 Gold dan 1 Diamond, tim inovasi Pupuk Kaltim juga membawa pulang juara 2 Lomba Cepat Tepat Mutu TKMPN 2018, serta Best Performance untuk presentasi inovasi PKM Warrior dan PKM DPCS. Dinilai dari totalitas tim serta penyampaian materi yang mudah dipahami terkait inovasi yang digagas. (*/vo/nav)


Download:

    Raih Diamond TKMPN XXII, PKM DPCS Siap Kembangkan Distribution Requirement Planning

    NEXT PAGE
    Grand Platinum

    SNI GRAND
    PLATINUM

    PROPER
    EMAS

    INDUSTRI
    HIJAU LV.5