Dorong Optimalisasi Sektor Perikanan, Pupuk Kaltim Melatih Nelayan Untuk Pembibitan Benih Kerapu

25 Pebruari 2020

Tingkatkan kapasitas dan keterampilan nelayan binaan dalam mendorong optimalisasi hasil budidaya perikanan, Pupuk Kaltim gelar Pelatihan Pembenihan Ikan Kerapu dan Manajemen Budidaya Keramba Jaring Apung (KJA) bagi 31 peserta selama 3 hari, 25-27 Februari 2020, bekerjasama dengan Himpunan Pembudidaya Perikanan Kelautan (HPPK) Bontang Kuala. Para peserta merupakan nelayan binaan dari pesisir Kota Bontang, seperti Bontang Kuala, Loktuan, Guntung, Pulau Gusung, Malahing, Tihi-Tihi, Tanjung Limau dan Selangan, dengan mendatangkan instruktur dari Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan (BBRBLPP) Gondol Singaraja, Bali.

 

Manager CSR Pupuk Kaltim Fakhri Husaini, mengatakan pelatihan ini merupakan wujud komitmen Perusahaan untuk terus berkontribusi terhadap peningkatan SDM dan pengembangan sektor usaha masyarakat, khususnya bagi kelompok nelayan binaan agar lebih produktif untuk mencapai hasil yang lebih maksimal. Apalagi Pupuk Kaltim telah memiliki 3 lokasi KJA hasil replikasi dan pengembangan program Creating Shared Value (CSV), sebagai nilai tambah bagi nelayan Bontang di sektor budidaya. Melalui pelatihan ini, nelayan binaan dapat meningkatkan potensi budidaya perikanan dalam keramba, utamanya ikan kerapu dengan pangsa pasar menjanjikan. “Pelatihan dilaksanakan untuk mempercepat transfer informasi terkait tata cara pembenihan ikan kerapu dan manajemen budidaya keramba bagi nelayan binaan, sehingga mampu mendorong peningkatan hasil produksi secara maksimal dan berkelanjutan,” kata Fakhri.

 

Selama pelatihan, para peserta akan dibekali sejumlah materi, seperti pemilihan induk ikan kerapu, pemijahan ikan kerapu, penetasan telur ikan, produksi pakan alami, pemeliharaan larva ikan dan pengelolaan kualitas air. Kemampuan nelayan untuk mengimplementasikan hasil pelatihan dinilai penting, karena sangat berpengaruh terhadap peningkatan hasil melalui pengelolaan keramba secara baik dan benar. “Kami berharap seluruh peserta mampu menyerap pengetahuan dengan baik, sehingga bisa diterapkan secara benar guna peningkatan hasil produksi budidaya perikanan yang dikelola,” tambah Fakhri.

 

GM Umum Pupuk Kaltim Nur Sahid, menyebut pelatihan ini sebagai bentuk pembinaan Perusahaan secara berkesinambungan bagi kelompok nelayan, agar mampu meningkatkan hasil budidaya yang diharap berimplikasi terhadap peningkatan kesejahteraan melalui pemanfaatan potensi sumberdaya pesisir Bontang yang cukup melimpah. Kondisi geografis Bontang dengan 70% wilayah perairan, dinilai menjadi modal penting pengembangan sektor maritim yang dibarengi pengembangan kapasitas SDM untuk mendorong kemandirian nelayan dengan memaksimalkan pengelolaan potensi perairan. “Pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya perairan oleh mitra binaan Pupuk Kaltim tak hanya di bidang perikanan tangkap, tapi juga sektor budidaya, seperti keramba, rumput laut dan teripang. Seluruh upaya tersebut diharap mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian nelayan secara berkesinambungan,” terang Nur Sahid.

 

Mewakili Pemerintah Kota Bontang, Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Budidaya Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Bontang Syamsu Wardi, mengapresiasi sekaligus menyambut positif pelatihan ini sebagai upaya peningkatan sektor budidaya perikanan, melihat kebutuhan benih ikan di Kota Bontang khususnya jenis kerapu terbilang tinggi. Hasil pelatihan ini bisa menjadi peluang baru untuk memulai usaha pembenihan kerapu, sehingga nelayan tak hanya terfokus pada sektor budidaya keramba tapi juga mampu memenuhi kebutuhan bibit ikan bagi pembudidaya lainnya di Kota Bontang. “Potensi kerapu sangat menjanjikan, hanya saja selama ini kita terkendala bibit yang harus didatangkan dari luar daerah dan jumlahnya pun terbatas. Namun dengan pelatihan ini, bisa menjadi peluang bagi nelayan untuk pemenuhan kebutuhan bibit kerapu di Bontang,” kata Syamsu Wardi.

 

Menurut dia, kontribusi Pupuk Kaltim terhadap pengembangan kapasitas SDM dan sektor perikanan di Kota Bontang sangat berdampak terhadap peningkatan produktivitas nelayan, seperti pengembangan CSV KJA yang telah direplikasi di berbagai lokasi dengan jumlah nelayan binaan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal itu dinilai sejalan dengan Instruksi Presiden RI Joko Widodo dan program Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, yang berfokus terhadap peningkatan kapasitas SDM di berbagai bidang.

 

Untuk itu, nelayan diharap mampu meningkatkan keterampilan dalam memaksimalkan sektor budidaya perikanan, dengan turut mengembangkan benih serta pengelolaan keramba secara maksimal. “Semoga pelatihan ini bisa melahirkan praktisi pembenihan ikan kerapu untuk memenuhi kebutuhan bibit yang dibudidaya, sehingga nelayan tidak terus menangkap di perairan,” pungkas Syamsu Wardi. (*/vo/nav)


Download:

    Aktif Dukung Lingkungan Bersih, Pupuk Kaltim Terima Penghargaan Perusahaan Pemerhati dan Peduli Sampah

    NEXT PAGE

    SNI AWARD
    PLATINUM

    PROPER
    EMAS

    INDUSTRI
    HIJAU LV.5