Terapkan Aplikasi Pengarsipan Dinamis, ANRI Uji Petik SIKD Pupuk Kaltim

23 Mei 2019

Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) gelar Uji Petik Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) di Pupuk Kaltim, untuk segera diaplikasikan Perusahaan yang kini tengah dikembangkan. Uji petik SIKD berlangsung di Ruang Rajawali Kantor Pusat Pupuk Kaltim pada 22 Mei 2019.

 

Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo, mengatakan SIKD merupakan salah satu upaya Pupuk Kaltim mengaplikasikan pengarsipan secara baik dan benar sesuai aturan yang berlaku. Hal itu agar pengelolaan arsip yang diterapkan bisa digunakan secara permanen sesuai kebutuhan Perusahaan. Apalagi Pupuk Kaltim sebagai anak usaha BUMN, wajib melakukan pengelolaan arsip yang dimiliki sebagai bentuk kepatuhan akan aturan yang mengikat struktur organisasi Perusahaan, sekaligus pertanggungjawaban kepada pemerintah. “Uji petik SIKD penting dilakukan dalam mendukung digitalisasi industri 4.0, apalagi Pupuk Kaltim telah menerima sejumlah penghargaan terkait hal tersebut beberapa waktu lalu. Hal ini menjadi tanggungjawab Perusahaan untuk konsisten menerapkan SIKD dalam pengelolaan arsip,” terang Soesilo.

 

Kepala Pusat Data dan Informasi Kearsipan Pusat ANRI Widarno, mengungkapkan uji petik dilakukan atas dasar penugasan pemerintah, sekaligus mendorong Perusahaan mengaplikasikan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang sejalan dengan Program Standar Tertib Arsip yang dicanangkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) tahun 2016. Ditindaklanjuti dengan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip, dengan seluruh instansi atau pencipta arsip wajib ikut dalam gerakan tersebut, termasuk BUMN.

 

Menurut Widarno, SIKD salah satunya bertujuan untuk efisiensi agar data yang tidak dapat terkoneksi bisa terhubung dengan sistem, guna mengurangi ketergantungan kepada vendor atau pihak ketiga sesuai Peraturan Presiden nomor 95 tahun 2018. Disebutkan bahwa untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan dan akuntabel, serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya, diperlukan sistem pemerintahan berbasis elektronik. Oleh karena itu, untuk meningkatkan keterpaduan dan efisiensi diperlukan tata kelola dan manajemen sistem pemerintahan berbasis elektronik secara nasional. “Maka uji petik SIKD salah satu langkah Perusahaan untuk memperbaiki tata kelola kearsipan, agar Pupuk Kaltim bisa menjadi panduan kearsipan perusahaan lain di Indonesia,” kata Widarno. (*)


Download:

    Pupuk Kaltim Tolak Gratifikasi

    NEXT PAGE
    Grand Platinum

    SNI GRAND
    PLATINUM

    PROPER
    EMAS

    INDUSTRI
    HIJAU LV.5