CSR UNGGULAN

 marifah herbal

Better Living in Malahing

Malahing merupakan perkampungan ditengah laut di Kota Bontang yang dihuni 50 Kepala
Keluarga, serta Masyarakat Malahing mayoritas melakukan aktivitas sebagai petani rumput
laut dan Masyarakat Malahing mayoritas merupakan masyarakat rentan di bawah garis
kemiskinan, sehingga Perusahaan melihat kondisi masyarakat di Malahing perlu mendapat perhatian lebih dari segi kemajuan ekonomi, sosial dan lingkungannnya.

Mulai tahun 2005 Perusahaan mendirikan Sekolah Dasar, Tempat Ibadah serta Posyandu
untuk Masyarakat disekitar Perusahaan, sehingga di tahun 2013 Masyarakat disana sudah mulai memiliki kemajuan pesat dengan beberapa perkembangan seperti Masyarakat membentuk entitas sosial yang saling berinteraksi untuk berkembang bersama, Kebersamaan sosial yang positif terjadi di Malahing membantu individu untuk membangun diri menjadi lebih baik karena ada kepedulian, mengajarkan cara berbagi, saling memberi dan menerima, terbentuknya 3 kelompok pembudidaya rumput laut (Sipatuo 1, Sipatuo 2 dan Aram Jaya) dan terbentuk Kelompok Usaha Bersama Olahan Rumput Laut “Sukses Mandiri” oleh Ibu-Ibu, dan kelompok usaha baru pemberdayaan keramba jaring tancap Siranrang.

Sehingga dampak dari Program yang diberikan oleh Perusahaan menjadikan warga Malahing sekarang lebih maju, lingkungan lebih asri dan segi ekonomi Peningkatan pendapatan petani rumput laut dan terbuka Lapangan Kerja Baru, segi sosial Peningkatan keterampilan budidaya rumput laut dan olahannya dan Kebersamaan warga dalam organisasi kelompok serta segi lingkungan Menjaga ekosistem laut dan pesisir.

Inkubator Bisnis Permata Bunda

Inkubator Bisnis Permata Bunda adalah wadah pengaplikasian keterampilan wirausaha siswa dan Alumni SLB se Kota Bontang, dan bertujuan untuk mempersiapkan keterampilan dan kecakapan penyandang disabilitas atau dalam hal ini Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) secara matang sehingga dapat mandiri dimasa mendatang. Hal ini beranjak dari persoalan yang telah dijabarkan, yakni minimnya serapan tenaga kerja ABK, dan persoalan sosial utama yang jamak ditemui dalam konteks ABK di masa pasca sekolah, yakni penerimaan sosial lingkungan. Penerima manfaat program Inkubator Bisnis tahun 2018 adalah 1274 ABK dan non ABK.

Siswa dan Alumni yang tergabung di dalam Inkubator Bisnis Permata Bunda tidak hanya
diajarkan kecakapan wirausaha dalam bentuk simulasi, namun lebih dari pada itu, pendekatan praktik wirausaha rill dilakukan di Inkubator Bisnis Permata Bunda. Inkubator Bisnis Permata Bunda berfokus pada program yang dinamakan Sustainable Entrepreneurship Program for Disability atau Program Kewirausahaan Berkelanjutan bagi Penyandang Disabilitas. Fokus Program yang dijalankan dalam Inkubator Bisnis Permata Bunda adalah Pelatihan, Pemagangan, Penempatan Kerja dan Pendampingan Wirausaha. Setiap peserta program akan mengikuti keseluruhan proses dalam empat fase tersebut secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Inkubator Bisnis SLB Permata Bunda diharapkan mampu menjadi sarana untuk persiapan kemandirian sekaligus pembuka lapangan pekerjaan bagi ABK Kota Bontang. Dengan harapan lanjutan, agar di masa mendatang akan lahir pengusaha-pengusaha ABK baru, dan mampu turut serta dalam pemberdayaan lingkungannya, termasuk ikut mendidik dan memberdayakan ABK lain agar dapat mandiri bersama. Inkubator Bisnis Permata Bunda memiliki 5 (lima) lini usaha yang aktif berproduksi secara kontinyu. Seluruh lini usaha tersebut dicetuskan dan dijalankan berdasarkan orientasi kebutuhan pasar dan pemetaan kemampuan anggota dan karyawan Inkubator Bisnis Permata Bunda. Lini Bisnis sebagaimana dimaksud meliputi #pola (Interior Hunian, Wallpaper dan Dekorasi Rumah lainnya), Bota Project, (penyelenggara Pelatihan, seminar, kursus dan Event Organizer), Zing Moto Wash (Pencucuian Motor dan Mobil), Jaici (Handycraft dan Digital Printing) dan OmAdut Clothing (Bigsize Tshirt, Sablon Screen & Digital).

Dari kelima Lini Usaha tersebut, Inkubator Binsis Permata Bunda terus berupaya untuk memenjalankan peran pentingnya bagi kemandirian ABK dengan terus melakukan upaya terbaik termasuk pelibatan Masyarakat dan Stakeholder lain dalam program. Diharapkan kedepannya, lingkungan masyarakat tidak lagi melihat ABK atau penyandang disablitas sebatas akan kekurangan fisik dan mentalnya, namun lebih kepada karya dan produktifitasnya. Secara bertahap, proses yang dijalankan lewat Sustainable Entrepreneurship Program for Disability dari Inkubator Bisnis Permata Bunda ini, dapat membantu ABK agar memiliki keterampilan yang tepat guna, penghasilan untuk keberlangsungan kehidupannya, wadah produktifitas dan karya serta tentu saja kecakapan hidup mandiri di masa mendatang.

Guntung Kampung Hijau
toga
Kelurahan Guntung adalah sebuah wilayah yang berada di bufferzone perusahaan dahulu memiliki pemandangan gersang, kering, kotor. Kini tampak elok dipandang melalui kegiatan taman obat keluarga (TOGA) yang dibina oleh Pupuk Kaltim. Sejak tahun 2014 suasana asri, penuh dengan rimbun pohon, dan aneka tanaman obat keluarga ada disana hingga menjadi peluang usaha yang strategis. Suwaji sebagai Lokal Hero adalah salah satu sosok berpengaruh di balik Guntung Berseri ini.

Sejak menjadi ketua RT 06 Kelurahan Guntung dan bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Dunia tanggal 16 Juni 2013, dengan arahan pembinaan dari PKT didirikanlah Rumah Toga Enggang Herbal (RTEH) dengan pusat kegiatan di rumahnya beranggotakan Ibu-ibu PKK, Kelompok Dasawisma, serta didampingi LSM setempat. Lewat kebersamaan yang dijalin dalam Rumah Toga, kelompok ini telah mampu menghadirkan berbagai inovasi. Proses pemberdayaan yang dibantu PKT untuk menghadirkan inovasi tersebut dimulai dari pembinaan budidaya tanaman, pelatihan tehnologi produk, pemasaran berbasis online, pembukuan, packaging, dan kegiatan peningkatan SDM lainnya. Pada tahun 2016, kelompok yang diketuai Suwaji mulai mengembangkan usaha dengan membuka Cafe Jamu Enggang Herbal bertempat di RT;6 dan di Pujasera PKT Bontang. Dari usaha ini, omset tahun 2018 telah mencapai Rp. 64 juta/kelompok.

Keberlanjutan program pun semakin berseri, dimana Rumah Toga telah menjadi lahan edukasi seperti: kegiatan kunjungan belajar bagi Pelajar SD, SMP, SMA, Ibu-ibu PKK, tamu Perusahaan dan Pemerintah. Tak heran, tahun 2016 Enggang Herbal Kelurahan Guntung berhasil dinobatkan sebagai juara I tingkat Propinsi Kaltim dan mendapat penghargaan skala Nasional dari Kementerian Kesehatan sebagai juara Harapan 1 dalam “Pemanfaatan Tanaman Obat” kategori Perkotaan. Tahun 2018 menerima lagi penghargaan tingkat nasional sebagai juara 3 dalam kompetisi CSR Awards kategori Cipta Karsa Mandiri oleh Majalah CSR Indonesia dan Meprindo Communications kategori “Cipta Karsa Mandiri”dan mendapatkan Platinum dalam penghargaan Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA).

Tahun 2018 Enggang Herbal membuat replikasi di RT: 11 Kelurahan Loktuan dengan nama kelompoknya Ma’rifah Herbal dengan ketua Asma, ada replikasi juga di sekolahan TK, SD, SMP YPK, SD Yabis, SMPN2 dan Kelurahan Berbas Tengah. Untuk ke dua Kelompok di tahun 2018 mendaptakan predikat juara 1 (kelompok Enggang Herbal) dan juara 2  kelompok Ma’rifah Herbal) tingkat Kota, yang akan melanjutkan untuk mengikuti lomba ke tingkat Propinsi juga Nasional dalam Lomba Toga.  “Berkembangnya kegiatan pemanfaatan budidaya taman obat keluarga yang dilakukan secara berkelompok ini tidak terlepas dari kepedulian Pupuk Kaltim, dari awal kami dibina bagaimana memetakan masalah, sampai cara melakukan inovasi produk,” kata Suwaji ketua kelompok Enggang Herbal dan bu Asma ketua kelompok Ma’rifah Herbal.

PKBL

NEXT PAGE