You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

Riwayat Singkat

Sejarah Pupuk Kaltim

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) merupakan anak perusahaan dari PT Pupuk Indonesia (Persero). Awalnya, proyek Pupuk Kaltim dikelola oleh perusahaan minyak negara Pertamina dengan fasilitas pabrik pupuk terapung atau pabrik di atas kapal. Namun karena beberapa pertimbangan teknis, proyek tersebut dialihkan ke darat sesuai dengan Keputusan Presiden No. 43 tahun 1975 dan kemudian melalui Keputusan Presiden No. 39 tahun 1976. Dengan dikeluarkanya Keputusan Presiden tersebut, maka pengelolaannya diserahkan oleh Departemen Perindustrian. Melalui Menteri Perindustrian kala itu, diberikan tugas untuk menyelesaikan pembangunan pabrik pupuk terbesar di Asia, yaitu Pupuk Kaltim dan secara resmi dioperasikan pada 7 Desember 1977. Lahan seluas 443 hektar di Bontang, Kalimantan Timur, disiapkan untuk pembangunan proyek tersebut. Gas bumi merupakan bahan baku utama produksi Amoniak dan Urea yang disalurkan dengan pipa sepanjang 60 km dari Muara Badak, Kalimantan Timur. 

 

Proyek pertama pembangunan Pabrik 1 dimulai pada 1979, sedangkan pembangunan Pabrik 2 dimulai pada 1982. Kedua pabrik tersebut diresmikan bersamaan pada 29 Oktober 1984. Selanjutnya, Pabrik 3 dibangun dan diresmikan pada 4 April 1989. Pada 1999, berdiri pabrik urea granul pertama di Indonesia yang dinamakan Proyek Optimasi Kaltim (POPKA). Pabrik ini diresmikan pada 6 Juli 2000 bersamaan dengan pemancangan tiang pertama Pabrik 4. Unit Urea Pabrik 4 diresmikan pada 3 Juli 2002 sedangkan unit Amoniak diresmikan pada 28 Juni 2004. Pada 2014, Pupuk Kaltim  telah mengambil alih Pabrik Amoniak dari PT Kaltim Pasifik Amoniak (KPA) dan saat ini, pengoperasian Pabrik eks-KPA tersebut bergabung dengan Proyek Optimasi Kaltim (POPKA) di bawah satu koordinasi Pabrik 1A. Selain itu, dalam rangka mendukung Program Kedaulatan Pangan Nasional serta untuk menunjang sektor perkebunan dan industri dalam negeri, pemerintah melalui Instruksi Presiden RI No. 2 tahun 2010 memutuskan untuk merevitalisasi industri pupuk nasional melalui replacement pabrik pupuk yang memiliki konsumsi gas di atas 34 MMBTU per ton Urea, digantikan dengan pabrik berteknologi baru yang lebih hemat energi dan konsumsi bahan baku. 

 

Revitalisasi tersebut diwujudkan melalui pembangunan Pabrik 5 yang dimulai pada 2011 dan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 19 November 2015. Selain lebih hemat bahan baku, Pabrik 5 memiliki kapasitas produksi terbesar dibandingkan dengan pabrik-pabrik Pupuk Kaltim lainnya. Kini, pembangunan pabrik-pabrik tersebut telah menjadi komplek industri petrokimia yang terdiri dari 5 (lima) pabrik Amoniak, 5 (lima) pabrik Urea, 3 (tiga) pabrik NPK Blending, 2 (dua) pabrik NPK Fusion, 1 (satu) pabrik Boiler Batu Bara, unit pengantongan, serta unit pergudangan. Dengan didukung oleh sumber daya manusia yang andal dan berpengalaman, Pupuk Kaltim siap menjadi pemain utama dalam industri berbasis agrokimia kelas dunia yang tumbuh dan berkelanjutan.

 

 

VISI

"Menjadi Perusahaan di bidang industri pupuk, kimia dan agribisnis kelas dunia yang tumbuh dan berkelanjutan."

 

MISI

  • Menjalankan bisnis produk-produk pupuk, kimia serta portofolio investasi dibidang kimia, agro, energi, trading dan jasa pelayanan pabrik yang bersaing tinggi;

  • Mengoptimalkan nilai perusahaan melalui bisnis inti dan pengembangan bisnis baru yang dapat meningkatkan pendapatan dan menunjang Program Kedaulatan Pangan Nasional;

  • Mengoptimalkan utilisasi sumber daya di lingkungan sekitar maupunpasar global yang didukung oleh SDM yang berwawasan internasional dengan menerapkan teknologi terdepan;

  • Memberikan manfaat yang optimum bagi pemegang saham, karyawan dan masyarakat serta peduli pada lingkungan

 

Halaman Selanjutnya

Budaya Perusahaan